Ma’rifat Kepada Alloh Berarti Menemukan Puncak Kebesaran Nikmat

“Apabila dirimu telah dibukakan jalan ma’rifat kepada Alloh, maka sungguh dengan kema’rifatan itu jangan hiraukan amalmu yang sedikit, maka sesungguhnya Alloh tidak membuka jalan ma’rifat bagimu kecuali hanya Dia menghendaki pengenalan kepadamu. Tidakkah engkau mengerti bahwa ma’rifat itu adalah anugerah Alloh kepadamu,  sedangkan amal perbuatanmu itu hanya merupakan sebagian imbalan jasa kepadanya, kalau begitu dimanakah sekarang letak perbandingan antara imbalan jasamu kepada-Nya dengan apa yang telah dianugerahkan oleh Alloh kepadamu”.

Ma’rifat kepada Alloh adalah mengenal atau melihat kepada Alloh dengan penglihatan hati, tidak dengan penglihatan mata.

Manusia diberi fitrah oleh Alloh sejak ia dilahirkan dari kandungan ibunya. Dari fitrah itulah manusia dituntut supaya mengenal Tuhannya, sebagai pencipta dan pelindung dirinya. Walaupun ia sudah diberi fitrah oleh Alloh tetapi kalau ia tidak mendapat anugerah dari-Nya tentu ia tidak akan bisa mengenal Alloh secara hakiki.

Baca lebih lanjut

Iklan

Keraguan Dalam Menerima Janji Alloh

“Jangan sekali-kali kamu menjadi ragu akan janji Alloh yang telah dijanjikan oleh-Nya. Sedang waktu sudah nyata (akan datang), tetapi belum datang. Agar supaya keraguan itu tidak mencemari penglihatan hatimu dan tidak memadamkan cahaya nuranimu”.

Janji Alloh adalah benar dan bakal terjadi, entah kapan dan bagaimana keadaannya, ia pasti terjadi.

Oleh sebab itu, barang siapa yang diberinya janji oleh Alloh dan waktunya pun telah nyata, akan tetapi janji Alloh itu belum juga kunjung datang, maka hal yang Baca lebih lanjut

Alloh Pasti Mengabulkan Do’a Seseorang

“Keterlambatan masa pemberian Alloh dimana kamu telah bersungguh-sungguh dalam berdo’a, itu janganlah menyebabkan keputusasaanmu (dalam berdo’a). Maka ketahuilah bahwa Alloh itu telah menanggung kepadamu akan menerima semua do’a terhadap apa yang Alloh telah pilihkan untukmu, tidak pada apa yang kamu pilihkan untuk dirimu, dan pada waktu yang Dia kehendaki, tidak pada waktu yang kamu kehendaki”.

Senjata orang mukmin yang paling ampuh adalah berdo’a. Rosululloh pernah bersabda yang artinya “Do’a itu merupakan senjata bagi orang mukmin”. Dan sabdanya lagi yang artinya “Do’a itu adalah merupakan sumsumnya dari ibadah”.

Baca lebih lanjut

Kebutaan Hati

“Kesungguhanmu untuk mencapai apa yang telah ditanggung oleh Alloh dan kelalaianmu dalam apa yang telah diperintahkan kepadamu itu adalah menunjukkan atas kebutaan hatimu (penglihatanmu)”.

Dalam tulisan yang terdahulu telah diterangkan bahwa rejeki itu sudah ditetapkan (disediakan) oleh Alloh. Setiap manusia pasti akan mendapatkan rejeki tersebut.

Jadi kita tidak usah khawatir dan takut akan tidak kebagian atau mendapatkan rejeki dari Alloh.

Orang yang bersungguh-sungguh mencari rejeki untuk mencukupi kebutuhannya, akan Baca lebih lanjut

Jiwa Yang Tenang Bisa Mendatangkan Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

“Tenangkanlah jiwamu dari urusan dunia, sebab apa yang telah dijanjikan Alloh, maka janganlah kamu ikut memikirkannya”.

Masalah atau perkara-perkara yang belum terjadi janganlah kita pikirkan sehingga mengakibatkan jiwa dan pikiran kita menjadi risau, yang nantinya akan membuat peluang bagi setan menggerogoti dan menggoncangkan iman kita. Misalnya berangan-angan mengenai kebutuhan makan besok, bulan yang akan datang atau kebutuhan ini dan itu, sebetulnya hal itu semua ada di tangan Alloh. Manusia tidak perlu risau. Sebaliknya bertawakal kepada Alloh dengan sebenar-benarnya tawakal, pasti Alloh akan kita temui.

Baca lebih lanjut

Semangat Yang Menggelora Tidak Bisa Menerobos Tirai Takdir

“Semangat yang menggelora itu tidak bisa menerobos tirai takdir”

Sejak manusia berada di dalam rahim ibunya, Alloh sudah menentukan nasibnya hidup di alam dunia ini, yaitu bahagia dan celakanya. Kepastian yang sudah ditetapkan oleh Alloh, manusia tidak bisa menerobos dengan semangat kekuatan yang menggelora itu.

Mari kita perhatikan hadits Rasululloh SAW yang artinya:

“Sesungguhnya tiap orang diantara kamu dikumpulkan pembentukannya (kejadiannya) di dalam rahim ibunya dalam 40 hari berupa nuthfah (mani), kemudian menjadi sekerat daging selama itu juga (40 hari). Kemudian diutuslah kepadanya Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan (ditetapkan) dengan empat perkara, yaitu ditentukan rejekinya, ajalnya (umurnya), amal (pekerjaannya), celaka atau bahagia.” (HR. Bukhori).

Baca lebih lanjut

Menerima Sesuatu Itu Sudah Menjadi Suratan Takdir Illahi

“Keinginanmu untuk bertajrid ( melulu beribadah tanpa menghiraukan duniawi) padahal Alloh menjadikan kamu pada golongan yang berusaha (kasab), maka kemauan yang demikian itu termasuk kemauan hawa nafsu yang samar (halus). Sebaliknya kemauan dalam berusaha adalah untuk memenuhi duniawi padahal Alloh menjadikan kamu dalam golongan tajrid, maka kemauan yang demikian itu berarti merupakan suatu kemunduran dari semangat cita-cita yang luhur”.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuasa dan Bijaksana serta Pemberi rejeki kepada segenap makhluk-Nya. Dia menempatkan manusia menurut kedudukannya masing-masing, seperti ada orang yang ditempatkan dalam bidang usaha (kasab) dan ada yang ditempatkan dalam bidang tajrid (ibadah melulu).

Baca lebih lanjut