“Apabila dirimu telah dibukakan jalan ma’rifat kepada Alloh, maka sungguh dengan kema’rifatan itu jangan hiraukan amalmu yang sedikit, maka sesungguhnya Alloh tidak membuka jalan ma’rifat bagimu kecuali hanya Dia menghendaki pengenalan kepadamu. Tidakkah engkau mengerti bahwa ma’rifat itu adalah anugerah Alloh kepadamu, sedangkan amal perbuatanmu itu hanya merupakan sebagian imbalan jasa kepadanya, kalau begitu dimanakah sekarang letak perbandingan antara imbalan jasamu kepada-Nya dengan apa yang telah dianugerahkan oleh Alloh kepadamu”.
Ma’rifat kepada Alloh adalah mengenal atau melihat kepada Alloh dengan penglihatan hati, tidak dengan penglihatan mata.
Manusia diberi fitrah oleh Alloh sejak ia dilahirkan dari kandungan ibunya. Dari fitrah itulah manusia dituntut supaya mengenal Tuhannya, sebagai pencipta dan pelindung dirinya. Walaupun ia sudah diberi fitrah oleh Alloh tetapi kalau ia tidak mendapat anugerah dari-Nya tentu ia tidak akan bisa mengenal Alloh secara hakiki.
Baca lebih lanjut →
Bila tulisan ini bermanfaat, silakan bagi lewat